http://www.jpnn.com/
Minggu, 31 Juli 2011 , 17:51:00
BOGOR - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih
mengaku terkejut saat melihat kondisi Shafa Azalia (4), penderita Gullain Barré
Syndrome (GBS) penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Meski Shafa
sudah hampir 1 tahun menjadi penghuni Rs Carolus Jakarta, namun Endang tak
pernah dilapori.
Endang
mengatakan baru mengetahui kondisi Shafa setelah menerima SMS dari Zulkarnain,
ayah Shafa. Selama hampir setahun pula, Zulkarnain harus berhutang hingga Rp
300 juta untuk mempertahankan ventilator putri bungsunya. Pegawai sebuah
perusahaan asuransi di Jakarta ini, secara khusus datang ke Bogor karena mengetahui ada kunjungan
Menkes Endang menjenguk Azka.
‘’Sudah
hampir setahun Buk Menteri, anak saya hidup hanya dengan ventilator. Saya
berhutang Rp300 juta dan sudah menghabiskan biaya Rp 300 juta lebih. Kami mohon
buk, jenguklah Shafa anak kami di Jakarta,’’ kata Zulkarnain saat bertemu
Endang di Rumah Sakit Azra Bogor, Minggu (31/7).
Tak cukup
dengan mengadu, Zulkarnain juga menunjukkan foto-foto kondisi Shafa kepada
Endang. Foto-foto Shafa dengan menggunakan ventilator melalui leher yang
dilubangi. ‘’Ini sudah lebih 6 bulan menggunakan ventilator?,’’ spontan Endang
menanggapi foto SHifa yang ditunjukkan Zulkarnain.
Endang
lantas meminta konfirmasi dari salah seorang bawahannya. Begitu mendapat
informasi mengenai Shafa yang selama ini memang tidak pernah terekspos media,
Endang pun mengaku prihatin.
‘’Insy
Allah saya akan menjenguk Shafa besok (Senin,1/7) ke Carolus. Kita akan coba
berikan yang terbaik. Memang agak susah karena negara tidak bisa menanggung
seluruh biaya, tapi kita akan lihat langsung apa sekiranya yang bisa kita
lakukan untuk pasien GBS,’’ kata Endang.
Sebelumnya
Endang menjenguk Azka yang juga divonis mengidap penyakit GBS. Ia langsung
mengumumkan secara resmi Gullain Barré Syndrome (GBS) termasuk salah satu
penyakit langka yang harus diwaspadai di Indonesia. Penderitanya hanya ada 1:100.000
dan memang tidak bisa dipastikan kapan pasien akan sembuh. Sementara biaya
obat-obatan GBS memang mahal dikarenakan masih menggunakan satu-satunya obat
impor.
JPNN sempat
mengunjungi Shafa beberapa kali. Meski secara umum fisiknya sehat, namun Shafa
hanya bisa bernafas menggunakan ventilator. GBS membuat otot paru-paru Shafa
tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Karena sudah terlalu lama di RS,
Shafa bahkan mendapat gelar ‘Ibu Camat’ dari para suster dan dokter.(afz/jpnn)
